https://ejournalfakultasteknikunibos.id/index.php/jups/issue/feed Journal of Urban Planning Studies 2024-07-12T18:39:52+00:00 Emil Salim Rasyidi emil.salim@universitasbosowa.ac.id Open Journal Systems <p>Journal of Urban Planning Studies diterbitkan 3 kali dalam setahun. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.</p> https://ejournalfakultasteknikunibos.id/index.php/jups/article/view/465 Studi Pengoptimalan Tempat Pembuangan Akhir Balang, Kabupaten Takalar 2024-04-18T17:30:40+00:00 Damayani Suardi damayanisuardi3118@gmail.com Muhammad Fuad Aziz Fuadazis@gmail.com Muhammad Idris Taking Idris.taking@universitasbosowa.ac.id <p><strong><em>Abstract</em></strong><em>. The purpose of this research was conducted by the author to find out how to optimize the Balang landfill so that the Balang landfill is able to minimize all forms of impact caused by the existence of the landfill. The research location is in the Balang Landfill which has an area of 2.2 Ha with a Landfill of 0.7 Ha and a capacity of ± 60,000 m3. The Balang TPA is in the Balang Environment, Bontokadatto Village, South Polombangkeng District, Takalar Regency. In this study using a qualitative approach, which provides an explanation and description of the data that has been collected from the research object. The data collection process was carried out by means of direct observation, documentation and in-depth interviews with parties who had a role in the Balang TPA. Then the SWOT analysis method (Strenghs, Weaknesses, Opportunity, Threats) is used to determine how to optimize the Balang TPA. So that from the results of the analysis and observations that have been made, the authors found that the Balang TPA location is in accordance with the Takalar Regency spatial planning policy No. 6 Year 2012 which was enforced. And in terms of waste management at the Balang TPA, it already uses a controlled landfill system in accordance with Law Number 28 of 2008 in article 42 which is directed to close the TPA which is still using an open dumping system. However, in the Balang TPA location, there are problems, namely the growth of settlements around the TPA, air that is starting to be polluted, public health which is often disrupted due to bacteria and viruses, waste utilization has not been carried out, lack of counseling related to waste management, and has not implemented the waste sorting process before entering the landfill area. Therefore, for the optimization of TPA Balang based on the results of the SWOT analysis, points X and Y from the results of IFAS and EFAS are in quadrant I with values X = 0.93 and Y = 1.38. Which means the formulation of the strategy used is the SO strategy, namely utilizing the strengths possessed to get the opportunities that exist.</em></p> <p>Abstrak. Tujuan Penelitian ini dilakukan penulis untuk mengetahui cara pengoptimalan TPA Balang sehingga TPA Balang mampu meminimalisir segala bentuk dampak yang ditimbulkan dengan adanya TPA tersebut. Lokasi penelitian ini berada di TPA Balang yang memiliiki luas 2,2 Ha dengan Landfill 0,7 Ha dan kapasitas ± 60.000 m<sup>3</sup>. TPA Balang berada di Lingkungan Balang, Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif, yang memberikan penjelasan dan gambaran mengenai data yang telah dikumpulkan dari objek penelitian. Proses pengambilan data dilakukan dengan cara observasi langsung, dokumentasi dan wawancara mendalam dengan pihak yang memiliki peran terhadap TPA Balang. Kemudian metode analisis SWOT (<em>Strengh, Weaknesses, Opportunity, Threats) </em>digunakan untuk menentukan cara pengoptimalan TPA Balang.Sehingga dari hasil analisis dan pengamatan yang telah dilakukan maka penulis menemukan bahwa Lokasi TPA Balang sudah sesuai dengan kebijakan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Takalar Nomor 6 Tahun 2012 yang diberlakukan. Dan dalam hal pengelolaan sampah di TPA Balang sudah menggunakan sistem <em>controlled Landfill </em>sesuai dengan peraturan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2008 pada pasal 42 bahwa diarahkan untuk menutup TPA yang masih menggunakan sistem open dumping. Tetapi dalam lokasi TPA Balang terdapat permasalahan yakni terjadi pertumbuhan permukiman disekitar TPA, udara yang mulai tercemar, kesehatan masyarakat yang sering terganggu akibat bakteri dan virus, belum dilakukannya pemanfaatan limbah, kurangnya penyuluhan terkait pengelolaan sampah, serta belum menerapkan proses pemilahan sampah terlebih dahulu sebelum masuk kedaerah TPA. Oleh karena itu untuk pengoptimalan TPA Balang berdasarkan hasil dari analisis SWOT Titik X dan Y dari hasi IFAS dan EFAS berada pada kuadran I dengan Nilai X=0,93 dan Y= 1,38. Yang berarti rumusan strategi yang digunakan adalah strategi SO, yaitu memanfaatkab kekuatan yang dimiliki untuk mendapatkan peluang yang ada.</p> 2024-03-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2024 Damayani Suardi, Muhammad Fuad Aziz, Muhammad Indris Taking https://ejournalfakultasteknikunibos.id/index.php/jups/article/view/468 Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Yang Berkelanjutan Bagi Pengembangan Kawasan Pesisir Di Kecamaan Galesong Selatan Kabupaten Takalar 2024-04-05T16:38:09+00:00 Diza Aulia dizaauliia@gmail.com Jufriadi Jufriadi jufriadi@Universitasbosowa.ac.id Tri Budiharto tri.budiharto@universitasbosowa.ac.id <p><strong><em>Abstract.</em></strong> <em>Sustainable Management of Coastal Resources for the Development of Coastal Areas in South Galesong District, Takalar Regency" This study aims to determine the potential that exists in the coastal area of South Galesong District in the development of coastal areas and strategies in developing coastal areas of South Galesong District, Takalar Regency. The population in the coastal area is the target of this study. The data collection approach is observational, it is decided that sustainable resource management. Another potential resource that can be developed is tourism development. From this potential, it is necessary to develop coastal areas with sustainable management of coastal resources. The results showed that the coastal area in South Galesong District with the highest level of development of coastal resource potential was in Bontorannu Village, where there was potential for the development of tourism and other types of fish, as well as Mangindara and Bonto Kanang villages which had a moderate level of development and potential for milkfish development. shrimp, coral reefs, seagrass beds, and mangroves. To maximize utilization, management, techniques for catching and processing fishery products, as well as a marketing system as a center for economic development for fishing communities in Takalar Regency, develop an integrated fishery area around the coastal area of South Galesong District. Development of better facilities and infrastructure for the operationalization of the coastal area of South Galesong District.</em></p> <p><strong>Abstrak.</strong> Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Yang Berkelanjutan Bagi Pengembangan Kawasan Pesisir Di Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi yang ada di kawasan pesisir Kecamatan Galesong Selatan dalam pengembangan kawasan pesisir serta strategi dalam pengembangan kawasan pesisir Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar. Populasi di wilayah pesisir menjadi sasaran studi ini. Pendekatan pengumpulan data bersifat observasional,diputuskan pengelolaan sumber daya pesisir berkelanjutan.Potensi Sumberdaya lain yang dapat dikembangkan adalah pengembangan pariwisata. Dari potensi tersebut maka diperlukan upaya pengembangkan kawasan pesisir dengan pengelolaan sumberdaya pesisir yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan pesisir di Kecamatan Galesong Selatan dengan tingkat perkembangan kondisi potensi sumberdaya pesisir tertinggi berada di Desa Bontorannu, dimana terdapat potensi pengembangan wisata dan jenis ikan lainnya, serta desa Mangindara dan Bonto Kanang yang memiliki tingkat perkembangan sedang dan berpotensi untuk pengembangan bandeng, udang, terumbu karang, padang lamun, dan mangrove. Untuk memaksimalkan pemanfaatan, pengelolaan, teknik penangkapan dan pengolahan hasil perikanan, serta sistem pemasaran sebagai hub pengembangan ekonomi masyarakat nelayan di Kabupaten Takalar dikembangkan kawasan perikanan terpadu di sekitar kawasan pesisir Kecamatan Galesong Selatan. Pengembangan sarana dan prasarana yang lebih baik bagi operasionalisasi kawasan pesisir Kecamatan Galesong Selatan.</p> 2024-03-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2024 Diza Aulia, Jufriadi, Tri Budiharto https://ejournalfakultasteknikunibos.id/index.php/jups/article/view/466 Strategi Meningkaatkan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Wisata Pantai Biru Di Kelurahan Tanjung Merdeka 2024-04-18T17:01:07+00:00 Dwi Cantika Batary Prisilla dwicantikapriscilla@gmail.com Kamran Aksa kamran.aksa@universitasbosowa.ac.id Muhammad Idris Taking Idris.taking@universitasbosowa.ac.id <p><strong><em>Abstract.</em></strong><em> The city of Makassar has various tourism potentials, including one of the tourist attractions on the Blue Beach. Blue Beach is located in Tanjung Merdeka Village, Tamalate District, Makassar City, South Sulawesi. Communities in Blue Beach tourism have been given the opportunity as well as the trust to manage the Blue Beach tourist attraction with the capabilities of each group or individual related to tourism. Even though the opportunities provided are very broad, the community still lacks the will and ability to develop related activities. The purpose of this study was to determine what factors influence community participation in the development of blue beach tourism and also to determine the form of community participation strategies in the development of blue beach tourism in Tanjung Merdeka Village, Makassar City.The research method used to determine the factors that influence community participation in the development of blue beach tourism is using chi-square analysisWhile the method used to determine the form of community participation strategy in the development of blue beach tourism is SWOT analysis(Strangths, Weaknesses, Opportunities, and Threats). Based on the results of the analysis carried out, it is known that the factors that have a strong influence on community participation in the development of blue beach tourism are the factors of the opportunities provided by the community and the willingness of the community to participate.The form of the strategy set out in this paper is to use the SO strategy or take advantage of the strengths you have to optimize the opportunities that exist.</em></p> <p><strong>Abstrak.</strong> Kota Makassar memiliki potensi pariwisata yang bervariasi, termasuk salah satu objek wisata yang ada di Pantai Biru. Pantai Biru terletak di Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, SulawesiSelatan. Masyarakat di wisata Pantai Biru telah diberi kesempatan sekaligus kepercayaan untuk mengelola objek wisata Pantai Biru dengan kemampuan dari masing – masing kelompok atau perseorangan yang berkaitan dengan kepariwisataan. Walaupun kesempatan yang diberikan sangat luas tetapi masyarakat masih minim kemauan dan kemampuan untuk mengembangkan kegiatan terkait. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pembangunan wisata pantai biru dan juga menetapkan bentuk strategi partisipasi masyarakat dalam pembanguanan wisata pantai biru di Kelurahan Tanjung Merdeka Kota Makassar.</p> <p>Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pembangunan wisata pantai biru adalah menggunakan analisis chi-square</p> <p>Sedangkan metode yang digunakan untuk menetapkan bentuk strategi</p> <p>partisipasi masyarakat dalam pembangunan wisata pantai biru adalah analisis SWOT (<em>Strangth, Weakness, Opportunities, dan Threats).</em></p> <p>Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan diketahui bahwa faktor yang yang berpengaruh kuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan wisata pantai biru yaitu faktor adanya kesempatan yang diberikan masyarakat dan kemauan masyarakat dalam berpartisipasi.</p> <p>Adapun bentuk strategi yang ditetapkan dalam penulisan ini adalah menggunakan strategi SO atau memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk mengoptimalkan peluang yang ada.</p> <p> </p> <p> </p> <p><strong><em>Kata Kunci : Partisipasi masyarakat, Chi-Squere, SW</em></strong></p> 2024-03-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2024 Dwi Cantika Batary Prisilla, Kamran Aksa, Muhammad Indris Taking https://ejournalfakultasteknikunibos.id/index.php/jups/article/view/456 Studi Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Di Desa Senga Selatan Kecamatan Belopa Kabupaten Luwu 2024-04-18T16:00:44+00:00 Esse Syam esse062030@gmail.com Syafri Syafri syafri@universitasbosowa.ac.id Syamsuddin Margolang Syamsuddin.Margolang@universitasbosowa.ac.id <p><strong><em>Abstract.</em></strong> <em>Slums area settlements that are unfit for habitation because of the irregularity of the buildings, the high level of building density, and the quality of the buildings and facilities and infrastructure that do not meet the requirements. Luwu Regency is one of the areas that has a slum location located in Senga Selatan Village. In the context of handling slum areas, identification is carried out to determine the level of slums, the determinant factors that affect the level of slums and the handling of slum areas. Identification is carried out using an analysis of the level of slums based on the 2018 PUPR Ministerial Regulation. The implementation is carried out based on survey data results, an analysis of the calculation of the slum level scoring assessment, and range values. From the results of the analysis it is known that Senga Selatan Village is included in mild slums, the determinant factors that cause slums are from the aspect of building conditions, environmental drainage conditions, and fire protection conditions.</em></p> <p><strong>Abstrak. </strong>Permukiman kumuh adalah permukiman yang tidak layak huni karena ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat. Kabupaten Luwu merupakan salah satu kawasan yang memiliki lokasi permukiman kumuh yang terletak di Desa Senga Selatan. Dalam rangka penanganan kawasan permukiman kumuh maka dilakukan identifikasi untuk mengetahui tingkat kekumuhan, factor-faktor determinan yang mempengaruhi tingkat kekumuhan serta penanganan kawasan permukiman kumuh. identifikasi dilakukan dengan menggunakan analisis tingkat kekumuhan berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Tahun 2018. Pelaksanaan dilakukan berdasarkan hasil data survei, analisis perhitungan penilaian skoring tingkat kekumuhan, dan nilai rentang. Dari hasil analisis diketahui Desa Senga Selatan termasuk dalam kumuh ringan, factor determinan yang menyebakan kekumuhan yaitu dari aspek kondisi bangunan, kondisi drainase lingkungan, dan kondisi proteksi kebakaran.</p> 2024-03-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2024 Esse Syam, Syafri, Syamsuddin Margolang https://ejournalfakultasteknikunibos.id/index.php/jups/article/view/457 Indonesia Arahan Pengembangan Agroindustri di Kawasan Perkotaan Pangkalan Banteng Kabupaten Kotawaringin Barat 2024-04-18T16:13:02+00:00 Fadrian Fadrian fadrian.rian46@gmail.com <p><strong><em>Abstract.</em></strong> <em>The purpose of this study was to find out how the Agro-industrial Development Directions in the Urban Area of ​​Pangkalan Banteng, West Kotawaringin Regency and to provide efforts to exploit the potential of industrial area designation in agriculture which has a direct impact on increasing regional economic income as well as opportunities to create jobs for the community. The analytical method used is the analysis of the carrying capacity of the land which refers to (Permen PU No 20 Year, 2007) and also uses a qualitative descriptive analysis, where data is obtained from survey results and interviews. The results of this study found that in the West Kotawaringin Regency regional regulation regarding regional spatial planning no. 1 of 2018 Pangkalan Banteng was designated as an area supporting the strategy of economic growth in agriculture. As a supporting area for an economic growth strategy in agriculture, it needs to be supported by the designation of agro-industrial areas as a processing facility to exploit the potential of the area, but the urban base of Banten itself in the regional regulation regarding the urban spatial plan of the bull base has not yet determined the location of the designation.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstrak. </strong>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Arahan Pengembangan Agroindustri di Kawasan Perkotaan Pangkalan Banteng Kabupaten Kotawaringin Barat serta memberikan upaya upaya pemanfaatan potensi kawasan peruntukan kawasan industri di bidang pertanian yang berdampak langsung terhadap penambahan pendapatan ekonomi daerah juga peluang terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Metode analisis yang digunakan menggunakan analisis daya dukung lahan yang mengacu pada <em>(Permen</em> <em>Pu No 20 Tahun, 2007)</em> dan juga menggunakan analisis deskriptif kualitatif, dimana data diperoleh dari hasil survey, dan wawancara. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dalam Peraturan daerah Kabupaten Kotawaringin Barat tentang rencana tata ruang wilayah no 1 tahun 2018 Pangkalan Banteng di tetapkan sebagai kawasan strategis pendukung pertumbuhan ekonomi di bidang pertanian. Sebagai kawasan strategis pendukung pertumbuhan ekonomi di bidang pertanian, maka perlu didukung oleh peruntukan kawasan agroindustri sebagai sarana pengolahan untuk memanfaatan potensi kawasan, namun Perkotaan Pangkalan Banteng sendiri dalam peraturan daerah tentang rencana tata ruang Perkotaan pangkalan banteng belum menentukan dimana lokasi peruntukannya.</p> 2024-03-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2024 Fadrian https://ejournalfakultasteknikunibos.id/index.php/jups/article/view/470 Arahan Pengembangan Ruang Terbuka Hijau di Kota Makale Kabupaten Tana Toraja 2024-04-05T16:20:05+00:00 Gebryl Requelmy TulungAllo gebrylrequelmy@gmail.com Syafri Syafri syafri@universitasbosowa.ac.id Rusneni Ruslan rusneni@universitasbosowa.ac.id <p><strong><em>Abstract.</em></strong><em>The goal of this study is to examine the major causes impacting the absence of green open space in Makale City and to suggest strategies for the development of green open space in Makale City. This research technique is a quantitative-methods. The Chi-Square analysis tool was used to assess the key elements impacting the shortage of green open space in Makale City, while descriptive qualitative analysis was utilized to generate suggestions for the development of green open space in Makale City. The fundamental conclusion of this study is that, based on the Chi-Square results, the element of land availability has a substantial effect on the absence of variable Y or Green Open Space (RTH). Meanwhile, education is a crucial element influencing the absence of Green Open Space (RTH). The Regional Government as the manager of Green Open Spaces in Makale City, issuing regional regulations or planning documents related to the utilization of regional Green Open Spaces in Tana Toraja Regency, and the Regional Government as the person in charge of providing Green Open Spaces (RTH) in urban areas are the directions for the development of green open spaces in Makale City. Makale Kelurahan Bombongan immediately resolves problems related to inadequate land in Makale City and increases the number of green open spaces to meet the minimum quota of green areas, and re-evaluates green open spaces (RTH) in Makale urban areas with reference to the relevant regulations.</em></p> <p><strong>Abstrak.</strong> Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis faktor signifikan mempengaruhi kurangnya ruang terbuka hijau di Perkotaan Makale dan merumuskan arahan pengembangan ruang terbuka hijau di Perkotaan Makale. Pendekatan penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Untuk menganalisis faktor signifikan mempengaruhi kurangnya ruang terbuka hijau di Perkotaan Makale menggunakan alat analisis <em>Chi-Square </em>sedangkan untuk merumuskan arahan pengembangan ruang terbuka hijau di Perkotaan Makale menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Kesimpulan utama dalam penelitian ini yaitu berdasarkan hasil <em>Chi-Square</em>, faktor yang signifikan mempengaruhi kurangnya variabel Y atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang pengaruhnya kuat adalah aspek ketersediaan lahan. Sedangkan yang berpengaruh sangat lemah terhadap faktor yang signifikan mempengaruhi kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah aspek pendidikan. Adapun arahan pengembangan ruang terbuka hijau di Perkotaan Makale yaitu Pemerintah Daerah sebagai pengelola Ruang Terbuka Hijau diperkotaan Makale, menerbitkan peraturan daerah ataupun dokumen perencanaan terkait dengan pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau daerah Kabupaten Tana Toraja dan Pemerintah daerah sebagai penanggung jawab penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Perkotaan Makale segera menyelesaikan permasalahan terkait lahan yang sudah tidak memadai di Perkotaan Makale dan menambah jumlah lahan Ruang Terbuka hijau untuk memenuhi kouta minimal lahan hijau, serta mengevaluasi kembali Ruang Terbuka Hijau (RTH) diperkotaan Makale dengan mengacu kepada aturan-aturan yang terkait.</p> 2024-03-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2024 Gebryl Requelmy Tulung Allo, Syafri, Rusneni Ruslan https://ejournalfakultasteknikunibos.id/index.php/jups/article/view/467 Faktor-Faktor Penyebab Pertumbuhan Permukiman Kumuh Di Kelurahan Cambaya Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar 2024-04-05T16:40:14+00:00 Lidia Viviani Petrus Masuang vivianylidia@gmail.com Rudi Latief rudi.latief@universitasbosowa.ac.id Jufriadi Jufriadi jufriadi@Universitasbosowa.ac.id <p><strong>Abstract. </strong><em>The purpose of this study was to find out what factors influence the growth of slum settlements in Sub Cambaya, District Ujung Tanah, Makassar City. This research was conducted using a quantitative approach, where data collection was carried out by distributing questionnaires to the sample who became respondents in this study. The results of this questionnaire will be processed using a chi-square analysis. Based on the results of the analysis conducted, it is known that the factors that have a strong influence on the growth of slum settlements in Sub Cambaya, District Ujung Tanah, Makassar City are income factors, land ownership status, building conditions, and drinking water supply conditions.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstrak</strong>. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap pertumbuhan permukiman kumuh di Kelurahan Cambaya, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada sampel yang menjadi responden pada penelitian ini. Hasil dari kuesioner ini akan diolah menggunakan analisis chi-square. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan diketahui bahwa faktor yang berpengaruh kuat terhadap pertumbuhan permukiman kumuh di Kelurahan Cambaya, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar yaitu faktor pendapatan, status kepemilikan lahan, kondisi bangunan dan kondisi penyediaan air minum.</p> 2024-03-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2024 Lidia Viviani Petrus Masuang, Rudi Latief, Jufriadi https://ejournalfakultasteknikunibos.id/index.php/jups/article/view/460 Pengaruh Pembangunan Perumahan Baru Tallasa City Terhadap Lingkungan Hidup 2024-04-18T17:37:25+00:00 Muhammad Imam Hijir Ismail paradiseimam@gmail.com Syafri syafri@universitasbosowa.ac.id Rimba Arief arief.rimba@universitasbosowa.ac.id <table width="607"> <tbody> <tr> <td width="396"> <p><strong><em>Abstract.</em></strong> <em>This study aims to determine the factors that influence the decline in environmental quality caused by the construction of new housing in Tallasa City using Linear Regression Analysis and SWOT Analysis. The variables used consist of 6 (six) variables including (1) Surface Water Conditions, (2) Hydrological Conditions, (3) Topographic Conditions, (4) Soil Type Conditions, (5) Land Use, (6) Drainage Conditions. From the results of the analysis used, one of them produces 4 variables that have a significant effect, namely Surface Water Conditions, Hydrological Conditions, Land Use and Drainage Conditions while the other 2 variables have no significant effect.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstrak</strong><strong>. </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi terjadi penurunan kualitas lingkungan yang disebabkan oleh pembangunan perumahan baru Tallasa City dengan menggunakan Analisis Regresi Linier dan Analisis SWOT. Variabel yang digunakan terdiri dari 6 (Enam) variabel diantaranya (1) Kondisi Air Permukaan, (2) Kondisi Hidrologi, (3) Kondisi Topografi, (4) Kondisi Jenis Tanah, (5) Penggunaan Lahan, (6) Kondisi Drainase. Dari Hasil Analisis yang digunakan salah satunya menghasilkan 4 Variabel yang berpengaruh secara signifikan yaitu Kondisi Air Permukaan, Kondisi Hidrologi, Penggunaan Lahan dan Kondisi Drainase sedangkan 2 Variabel lainnya tidak berpengaruh secara signifikan.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2024-03-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2024 Muhammad Imam Hijir Ismail, Syafri, Rimba https://ejournalfakultasteknikunibos.id/index.php/jups/article/view/471 Upaya Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Penelolaan Sampah di Pasar Tradisional Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu 2024-04-04T19:09:12+00:00 Natalie Yusuf natalieyusuf08@gmail.com Rahmawati Rahman rahmawati.rahman@universitasbosowa.ac.id Ilham Yahya ilham.yahya@universitasbosowa.ac.id <p><strong><em>Abstract.</em><em>T</em></strong><em>he Padang Sappa Traditional Market in Ponrang District, Luwu Regency, has a waste management problem, and the surrounding community is still underrepresented in garbage management, which has an adverse effect on the market's ecology. In an effort to promote community involvement in trash management in the Padang Sappa Traditional Market, Ponrang District, Luwu Regency, this study aims to pinpoint the reasons for low community participation. Both quantitative and qualitative (descriptive) data analysis are used in this study. To identify the influential elements, quantitative analysis using the Chi Square test (chi square) with a significant value of 0.05 (a = 0.05) was employed, while to find out efforts to increase community participation in waste management descriptive analysis was used using source triangulation method, theory, policy and the results of the analysis of the most influential factors. According to the analysis's findings, the level of education and employment/income, with values of sig=0.000 and a=0.05, are the variables that have the greatest impact on community participation in waste management. While outreach initiatives are used to enhance community involvement in trash management, the government also plays a role by establishing tight regulations and good infrastructure.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong><strong>. </strong>Permasalahan sampah pada Pasar Tradisional Padang Sappa di Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu partisipasi masyarakat yang tinggal di sekitar pasar dalam pengelolaan sampah masih kurang sehingga memunculkan dampak kumuhnya lingkungan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab rendahnya partisipasi masyarakat upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di Pasar Tradisional Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu. Penelitian ini menggunakan analisis data secara kuantitatif dan kualitatif (deskriptif). Analisis kuantitatif yang digunakan adalah statistik dengan uji Chi Square (chi square) untuk mengetahui faktor yang berpengaruh dengan nilai signifikan 0,05 (a=0,05), sedangkan untuk mengetahui upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah digunakan analisis deskriptif dengan metode triangulasi sumber, teori, kebijakan dan hasil analisis faktor yang paling berpengaruh. Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah yaitu faktor tingkat pendidikan dan pekerjaan/penghasilan dengan nilai sig=0,000 ˂ a=0,05. Sedangkan upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah yaitu dengan cara sosialisasi dan peran pemerintah dalam membuat kebijakan yang tegas dan menyediakan sarana prasarana yang baik.</p> 2024-03-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2024 Natalie Yusuf, Rahmawati Rahman, Ilham Yahya https://ejournalfakultasteknikunibos.id/index.php/jups/article/view/459 Strategi Pengembangan Infrastruktur Jaringan Air Bersih Di Kecamatan Mamasa Kabupaten Mamasa 2024-04-18T15:57:38+00:00 Roynardi Sabta roynardi.sabta@gmail.com Kamran Aksa kamran.aksa@universitasbosowa.ac.id Muhammad Idris Taking Idris.taking@universitasbosowa.ac.id <p><strong><em>Abstract.</em></strong> <em>The purpose of this research is to formulate a strategy for the development of clean water network infrastructure in Mamasa District, in order to meet the domestic clean water needs of the community through a clean water network system. The approach used in this research is a qualitative approach. The analysis used is descriptive and SWOT analysis. Descriptive analysis is carried out on aspects that affect the limited supply of clean water, while SWOT analysis is used to look for development strategies by identifying strengths, weaknesses, opportunities and threats. The strategy that needs to be carried out to develop clean water network infrastructure in Mamasa District to meet the community's clean water needs is the need for maintenance and maintenance around water catchment areas and rivers which are sources of raw water on a regular basis, it is necessary to add new IPA with a processing capacity of 50 L</em><em>iters </em><em>/ </em><em>second</em><em>, whose source of raw water is one of the rivers in Tondok Bakaru Village, as well as making a feasibility study on strategic routes for transmission or distribution pipelines taking into account the topographical conditions of the area.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstrak. </strong>Tujuan penelitian ini adalah menyusun strategi pengembangan infrastruktur jaringan air bersih di Kecamatan Mamasa, guna memenuhi kebutuhan air bersih domestik masyarakat melalui sistem jaringan air bersih. Pendekatan yang digunakan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan SWOT. Analisis deskriptif dilakukan terhadap aspek yang mempengaruhi dalam keterbatasan penyediaan air bersih, sedangkan analisis SWOT digunakan untuk mencari strategi pengembangan dengan cara mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Strategi yang perlu dilakukan untuk mengembangan infrastruktur jaringan air bersih di Kecamatan Mamasa guna pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat adalah perlu adanya perawatan dan pemeliharaan di sekitar daerah resapan air dan sungai yang menjadi sumber air baku secara berkala, diperlukan penambahan IPA baru dengan kapasitas pengolahan 50 L/detik yang sumber air bakunya dari salah satu sungai di Desa Tondok Bakaru, serta membuat studi kelayakan tentang jalur-jalur strategis pipa transmisi atau distribusi dengan mempertimbangkan kondisi topografi wilayah.</p> 2024-03-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2024 Roynardi Sabta, Kamran Aksa, Muhammad Indris Taking